Hasil verifikasi factual KPU yang menyatakan 34 paprol yang lolos dalam uji kelayakan untuk menjadi peserta pemilu presiden 2009 nanti, layaknya Indonesian idol para parol saat ini sudah mulai disibukkan oleh kegiatan-kegiatan mengkampanyekan keunggulan partainya, bak peserta indoesian idol yang memperebutkan poling suara penonton melalui jamuan karakter suara masing-masing peserta
Para peserta Indonesian idol dalam mempersuasi penonton memberikan keunikan ataupun karakter suara yang berbeda antara satu peserta dengan peserta yang lain sehingga peserta mampu membedakan ini suara aris (peserta idol) atau bukan, mereka para peserta Indonesian idol memiliki ciri khas yang sangat menarik antara satu peserta dengan peserta yang lain, lantas bagaimanakah dengan kontes parpol idol, apakah mempunyai perbedaan yang cukup fundamental (dieologi) antara partai satu dengan partai lainnya?
Kendaraan politik
Tidak mengherankan jika dengan banyaknya partai yang sudah resmi menjadi peserta pemilu saat ini membuat para konstituen (pemilih) kebingungan dalam menentukan mana partai yang cocok dengan pilihan mereka, kebingungan ini tidak lain adalah karena banyaknya partai yang memiliki platform sama, artinya ideology dan visi misi dari partai satu dan partai lainya hampir semuanya sama, inilah yang membedakan kontes indonesian idol dengan kontes parpol idol, sehingga banyak pakar politik yang menginginkan jumlah partai hanya sedikit, hal ini untuk menghindari kebingungan masyarakat yang notabenenya adalah pemilih untuk menentukan partai mana yang relevan dengan keinginan mereka, yang dikahawatirkan ketika banyak partai yang memiliki platform sama masyarakat malah asal-asalan memilih dalam pencoblosan nanti karena mereka menganggap semua partai sama saja, yang lebih parah ketika masyarakat menjadi golput, ketidak mauan masyarakat dalam memilih karena apriori masyarakat yang menganggap partai politik hanya sebagai kendaraan politik saja
Di Negara penganut demokrasi seperti amerika parpol memiliki perbedaan baik dari ideology maupun visi dan misinya, dalam persaingannya antara Barrack Obama yang mewakili partai democrat dengan Jhon Mc Cain yang mewakili partai republic sangat jelas dan mencolok perbedaan kedua partai ini demiikian dengan visi misinya, dari partai democrat akan berjanji menjamin terciptanya perdamaian antara isreal dengan pelestina dan menarik pasukan amerika yang masih berada di irak sebagai upaya rekonsiliasi antara amerika dan irak, sebaliknya partai republic menginginkan meberikan bantuan kepada isrel dalam invansi mereka, dari sana jelas bahwa antara kedua pertai tersebut mempunyai ideology dan visi misi yang berbeda
Kenapa golput?
Wacana tentang adanya golput menjelang pemilu merupakan wacana klasik di bangsa ini, apatisme rakyat terhadap pemilu yang ditandai dengan golput merupakan dampak dari ketidak puasan rakyat tarhadap kinerja partai dalam upaya mensejahterakan rakyat, terjadinya inkosistensi partai politik terlihat ketika banyaknya terjadi anomaly peran dan fungsi anggota DPR yang notabenenya adalah representasi dari rakyat dan sekaligus representasi dari partai politik, korupsi yang dilakukan beberapa anggota partai politik yang menjadi wacana aktual akhir-akhir ini merupakan refleksi dari buruknya kerja pemerintah
Kurangnya partisipasi politik dari masyarakat akan berdampak fatal terhadap perkembangan demokrasi di Negara ini, kabijakan-kebijakan parsial pun tidak menutup kemungkinan akan terus membengkak, bahkan hal yang paling menakutkan adalah ketika apatisme masyarakat tersebut akan menstimulus terjadinya disintegrasi bangsa, disintegrasi yang di sebabkan oleh ketidak puasan masyarkat terhadap dinamika politik procedural yang ada di belantika tanah air ini
Carl friedrich mendefinisikan partai adalah “kelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partai dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberikan kegunaan materiil dan idiil bagi masyarakat”, secara tersirat pengertian itu mengaskan bahwa ketika sebuah partai politik telah mencapai puncak kekuasaannya, maka seharusnya partai tidak boleh terhanyut oleh euphoria kemenagan atas keberhasilan memperoleh kursi pemerintahan, tujuan partai seharusnya tidak hanya sampai disana saja masih ada satu tujuan yang harus dilakukan oleh setiap partai ketika partai tersebut mencapai kemenangan, satu tujuan yang merupakan tujuan akhir dari kemenangan tersebut adalah pertama melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, kedua memajukan kesejahteraan umum, ketga mensejahterakan kehidupan bangsa dan yang keempat adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
Kredibilitas sebuah partai akan membaik ketika partai-partai tersebut memilki akuntabilitas, artinya bahwa perebutan kekuasaan bagi seluruh partai bukanlah tujuan utama, namun yang menjadi tujuan utama ketika salah satu partai memenangkan pemilu adalah bagaimana partai tersebut mampu mensejahterakan kehidupan bangsa ini, kebingungan masyarakat juga akan berkurang ketika ke-34 partai tersebut menunjukan visi misi yang berbeda antara satu pertai dengan partai yang lain, tentunya visi dan misi tersebut bisa dibuktikan secara nyata oleh masing-masing partai, sehingga tidak ada lagi janji-janji kosong dari masing-masing partai
*Tercatat sebagai mahasiswa FISIP
jurusan Ilmu Administrasi
Negara Universitas Jember ,penggiat Demokrasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar